KEMILAU GURU KUPU KUPU
Oleh Rubaida Rose
Dosen
Sekolah Tinggi Agama Islam KAB Kuantan Singingi
Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri
anda
Cobalah lihat
kupu-kupu
Seandainya dia memiliki keragu-raguan
Maka ia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang
hanya bisa merangkak
Guruku
Engkau
tak seperti matahari yang menyinari bumi dengan panasnya
Tapi
engkau adalah cahaya bulan yang menyinari hati kami
Saat
motivasi kami meredup sehingga kami kembali belajar dan sukses
Apa
itu kemilau guru kupu-kupu? kemilau adalah sesuatu yang memancarkan cahaya yang
menarik hati, guru adalah sebuah profesi yang membutuhkan keahlian khusus dan
kupu-kupu adalah mahluk yang paling lembut yang kita kenal, memiliki dua sayap
berwarna indah dan selalu mengepak saat berterbangan dari ranting satu
keranting yang lain. Kupu-kupu menjadi
bagian dari banyak budaya, dari perubahan generasi ke generasi.
Dari budaya kuno meksiko dan mesir, kita dapat
melihat kupu-kupu dijadikan sebagai ilustrasi seni, sebagai simbolisme, dan
sebagai insfirasi bagi penciptaan teknologi atau arsitektur. Kita melihat
mereka dalam hiburan modern berubah menjadi peri, yang memiliki sayap dengan
kemiripan yang mencolok dengan banyak kupu-kupu yang kita lihat di seluruh
dunia. Dalam budaya lain, mereka adalah personofikasi dari jiwa seseorang,
terlepas dari apakah mereka hidup atau mereka mati, kompleksitas kupu-kupu
menginspirasi pikiran.
Bagaimana kompleksitas
kupu-kupu menginsfirasi pikiran kita sebagai guru? Komplelsitas yang pertama
adalah ketika kupu-kupu masih menjadi ulat, sebagaimana yang kita tau ulat
kupu-kupu terlihat sangat lemah dan berukuran kecil. Acapkali ulat kupu-kupu
menjadi makanan lezat bagi binatang lain sehingga proses kehadiranya di dunia
sangat butuh perjuangan agar sang ulat selamat dari pemangsa dirinya. Sehingga ulat kupu-kupu dapat melanjutkan hidupnya.
Hal ini menunjukan kepada
kita sebagai guru bahwa dalam menjalani proses menjadi seorang guru selalu
muncul kemungkinan ada saat di mana kita senasip dengan ulat kupu-kupu tersebut,
berada pada kondisi yang masih sangat butuh bimbingan dan masih butuh perlindungan karena tidak
memiliki pengalaman menjadi seorang guru. Dalam kondisi ini sebagai seorang
guru kita harus mampu bertahan dan belajar bagaimana bangkit dari ketidaktahuan
mampu melewati masa-masa sulit dengan banyak belajar agar bisa melanjutkan
profesi sebagai guru.
Kompleksitas yang kedua
adalah ulat kupu-kupu adalah binatang yang sangat menjijikan sehingga hampir
semua orang tidak suka akan ulat kupu-kupu dengan bentuknya yang tidak enak
dipandang mata. Ulat kupu-kupu terkenal
pembawa penyakit. Ulat kupu-kupu bisa menyebabkan kulit memerah,
gatal-gatal dan membengkak karena mengandung hama atau mengandung bakteri yang
berbahaya bagi kulit. Sehingga orang akan bersikap acuh dan menjauh dari ulat.
Kadang kala ada yang berusaha untuk menyiksa ulat kupu-kupu dengan memijak, ulat
kupu-kupu harus berusaha menghindar agar cita-citanya menjadi kupu-kupu akan
berbuah manis.
Dalam kehidupan ini
terkadang ada saat kita sebagai guru di anggap remeh dan dipandang sebelah mata
oleh orang lain, teman kita bahkan keluarga kita sendiri. Kenapa demikian? ini
terjadi saat kita yang berprofesi sebagai guru masih belum mampu memberikan
sesuatu yang lebih terhadap orang lain atau kita masih dalam keadaan yang belum
sempurna belum professional dalam mengajar belom bisa membuat prangkat pelajaran dan masih meminta
bantuan kepada orang lain. Sebagai guru yang masih memiliki banyak kekurangan maka harus berjuang mewujudkan jati diri sebagai guru.. Dalam keadaan yang sangat
sulit ini kita harus tetap berjuang untuk tetap semangat meraih apa yang kita
cita-citakan, tidak merasa putus asa meski keadaan sangat sulit, Ini adalah
proses kedua untuk menjadi guru yang hebat.
Kompleksitas ketiga
adalah ulat kupu kupu terlihat sangat lemah dan tidak berguna padahal ulat
kupu-kupu memiliki manfaat yang luar biasa. Ulat kupu-kupu ternyata berguna
untuk menyuburkan tanaman, membantu penyerbukan dan memberikan tanda-tanda
alam. Ulat kupu-kupu mengajarkan kepada kita sebagai guru bahwa meski ada guru
yang memiliki kelemahan, ketidakmampuan dalam mengajar bukan berarti dia tidak
bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Demikian juga dengan seseorang yang
terlihat lemah, kecil dan kumal Allah SWT menciptakan manusia dengan bentuk
rupa yang berbeda-beda tetap memiliki manfaat dan memiliki kelebihan. Orang
yang badannya kecil mampu menjadi seorang pelawak terkenal ini karena karakter
suara dan badan yang diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan oleh maha pencipta.
Kita tidak bisa menilai sesuatu dari luarnya saja, dari bentuk fisiknya saja. Ketika
kita berada pada posisi ini kita harus tetap berusaha mengali kelebihan yang
kita miliki, menemukan potensi dahsyat yang ada pada diri kita.
Kompleksitas yang keempat
adalah ulat kupu-kupu harus menjadi kepompong sebelum menjadi kupu-kupu. Dalam
menjalani kehidupan ini kita sebagai guru harus mampu dan berjuang melewati
proses. Proses untuk menjadikan diri kita sebagai orang yang bermanfaat bagi
orang lain maka kita harus rajin mencari ilmu, rajin berkreasi, rajin
berinovasi dan rajin belajar pada siapapun. Ini semua di lakukan agar kita bisa
berbagi atas ilmu yang kita dapatkan kepada orang lain. Jika ini dapat kita
lewati prosesnya dengan cara yang baik maka tujuan yang ingin kita capai akan
terwujud. Indah pada waktunya.
Kompleksitas yang ke lima
adalah ulat kupu-kupu berada didalam kepompong.Ulat kupu-kupu melakukan proses
penyempurnaan diri. Ulat kupu kupu berusaha dengan sekuat tenaga untuk keluar
dari kepompong, proses ini dilakukannya setiap hari kadang ulat kupu-kupu
terjatuh, jungkir balik, menangis,kesakitan, menjerit karena kepalanya
tersandung dan kadang berteriak meminta pertolongan. Jika proses penyempurnaan
ini dibantu oleh seseorang, maka ulat
kupu-kupu akan menjadi kupu-kupu premature, kupu-kupu yang tidak siap untuk
melangsungkan hidupnya tanpa bantuan orang lain, ulat kupu-kupu ini mejadi
kupu-kupu yang manja dan rentan akan sakit, putus asa dan bisa menyebabkan
kematian dini.
Pelajaran apa yang bisa
kita ambil dari kompleksitas ulat kupu-kupu diatas? Kita bisa belajar menjadi
pribadi guru yang tidak mudah rapuh. Pendidik yang sabar dalam melakukan
proses. Bagaimana jika kita adalah guru ulat kupu-kupu? Pernahkah anda
melakukan ini kepada siswa? Suatu hari ada seorang peserta didik yang sibuk
dengan kegiatan ujian nasional kemudian dia memohon kepada sang guru untuk di
beri bantuan dengan memberikan jawaban dari soal-soal. Sang guru karena kasian
memberikan jawaban atas soal-soal tersebut. Hati sang guru sangat senang sekali
sehingga peserta didik tersebut bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.
Namun apa yang terjadi
pada anak tersebut setelah lulus sekolah? Dia tidak pernah bisa lulus mengikuti
test masuk perguruan tinggi dan akhirnya dia berusaha untuk mencari pekerjaan
namun pekerjaan yang di caripun tak kunjung dapat. Artinya apa? Sang anak
tersebut telah mengalami kegagalan di penghujung perjuangannya untuk menjadi
kupu-kupu yang cantik. Usaha yang di lakukan gurunya itu membuat sang anak
gagal menjalani hidup, mudah putus asa, mengeluh, tidak punya kemampuan, tidak
percaya diri, manja dan rapuh apa yang harus dia perjuangkan tidak dilakukan
dengan maksimal apa seharusnya dimiliki, sama sekali nol besar. karena salama
di sekolah selalu bertumpu pada pertolongan guru dan juga teman-temannya. Dia
tidak pernah mau berusaha menggali
kemampuan dahsyat yang ada pada dirinya Sehingga dia mengalami kegagalan
dan kegagalan. Karena dia tidak melewati proses tumbuhnya sayap kupu-kupu. Kegagalan
ini guru sebagai penyebabnya.
Kompleksitas yang kelima
adalah ketika menjadi kepompong, ulat menyendiri dan mengasingkan diri dari kehidupan di luar. Hal
ini memberi kita pelajaran tentang kehidupan kita sebagai seorang guru yang
butuh waktu untuk beristirahat ketika seharian lelah mengajar dan beraktifitas.
Butuh waktu untuk melepas kepenatan mungkin menyendiri di tempat yang membuat
hati senang dengan membaca buku atau menikmati indahnya alam.
Kompleksitas yang keenam
adalah mampu melewati semua proses sesuai dengan tahapan yang ada. Kemudian
kepompong menjadi kupu-kupu. Guru seumpama
seorang ahli dalam bidang penelitian bagaimana kupu-kupu melakukan
metamorphosis, mulai dari bertelur, menjadi larva ( ulat kupu-kupu ), menjadi
pupa ( kepompong ) dan menjadi kupu-kupu dewasa, hal ini mengalami proses hidup yang sulit dan rumit
dibanding binatang binatang lain. Jika kita sebagai guru mampu membimbing peserta didik kedalam proses yang
ada maka hasil yang akan dicapai akan maksimal.
Peserta didik tidak akan menjadi anak yang premature dia akan siap untuk
melewati kehidupan selanjutnya, Dia sudah terbiasa dengan pahit dan susahnya
perjuangan ketika berada di posisi yang
sangat lemah dan sangat kecil hingga menjadi dewasa dan bisa terbang dengan sayap
yang indah. Siap menghadapi perubahan zaman dari generasi ke generasi
mendatang.

Rubaida Rose, Kelahiran Tembilahan, menghabiskan
masa kecil hingga menamatkan sekolah menegah tingkat atas di provinsi Riau,
bekerja Sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Kuantan Singingi dan
Mengabdi sebagai Guru Madrasah Aliyah kota Teluk Kuantan mengajar Bahasa
Inggris. Memiliki pengalaman menulis dalam sebelas buku antologi dan solo. Memiliki hoby menulis
dalam diary sejak sekolah menegah pertama sampai saat ini. Belajar bagaimana
cara menulis di beberapa group menulis. Ikut serta dalam aktifitas rutin diklat
pendidikan abad 21 dan kelas menulis online di media sosial. Tak pernah putus
asa menularkan kecintaannya untuk menulis kepada siapa saja. Contact Person
08127644114 mengabdikan diri sebagai pecinta dunia pendidikan di GGDN dan SGI.
Salam Literasi!
Catatan hati, I Juli 2004
Rr
/
‘-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar