Pengikut

Jumat, 29 Juni 2018

KEMILAU GURU KUPU-KUPU


KEMILAU GURU KUPU KUPU
Oleh Rubaida Rose
 Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam KAB Kuantan Singingi

Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri anda
 Cobalah lihat kupu-kupu
Seandainya dia memiliki keragu-raguan
Maka ia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak

Guruku
Engkau tak seperti matahari yang menyinari bumi dengan panasnya
Tapi engkau adalah cahaya bulan yang menyinari hati kami
Saat motivasi kami meredup sehingga kami kembali belajar dan sukses

            Apa itu kemilau guru kupu-kupu? kemilau adalah sesuatu yang memancarkan cahaya yang menarik hati, guru adalah sebuah profesi yang membutuhkan keahlian khusus dan kupu-kupu adalah mahluk yang paling lembut yang kita kenal, memiliki dua sayap berwarna indah dan selalu mengepak saat berterbangan dari ranting satu keranting yang lain. Kupu-kupu  menjadi bagian dari banyak budaya, dari perubahan generasi ke generasi.
 Dari budaya kuno meksiko dan mesir, kita dapat melihat kupu-kupu dijadikan sebagai ilustrasi seni, sebagai simbolisme, dan sebagai insfirasi bagi penciptaan teknologi atau arsitektur. Kita melihat mereka dalam hiburan modern berubah menjadi peri, yang memiliki sayap dengan kemiripan yang mencolok dengan banyak kupu-kupu yang kita lihat di seluruh dunia. Dalam budaya lain, mereka adalah personofikasi dari jiwa seseorang, terlepas dari apakah mereka hidup atau mereka mati, kompleksitas kupu-kupu menginspirasi pikiran.
Bagaimana kompleksitas kupu-kupu menginsfirasi pikiran kita sebagai guru? Komplelsitas yang pertama adalah ketika kupu-kupu masih menjadi ulat, sebagaimana yang kita tau ulat kupu-kupu terlihat sangat lemah dan berukuran kecil. Acapkali ulat kupu-kupu menjadi makanan lezat bagi binatang lain sehingga proses kehadiranya di dunia sangat butuh perjuangan agar sang ulat selamat dari pemangsa dirinya. Sehingga  ulat kupu-kupu  dapat melanjutkan hidupnya.
Hal ini menunjukan kepada kita sebagai guru bahwa dalam menjalani proses menjadi seorang guru selalu muncul kemungkinan ada saat di mana kita senasip dengan ulat kupu-kupu tersebut, berada pada kondisi yang masih sangat butuh bimbingan  dan masih butuh perlindungan karena tidak memiliki pengalaman menjadi seorang guru. Dalam kondisi ini sebagai seorang guru kita harus mampu bertahan dan belajar bagaimana bangkit dari ketidaktahuan mampu melewati masa-masa sulit dengan banyak belajar agar bisa melanjutkan profesi sebagai guru.
Kompleksitas yang kedua adalah ulat kupu-kupu adalah binatang yang sangat menjijikan sehingga hampir semua orang tidak suka akan ulat kupu-kupu dengan bentuknya yang tidak enak dipandang mata. Ulat kupu-kupu  terkenal  pembawa penyakit. Ulat kupu-kupu bisa menyebabkan kulit memerah, gatal-gatal dan membengkak karena mengandung hama atau mengandung bakteri yang berbahaya bagi kulit. Sehingga orang akan bersikap acuh dan menjauh dari ulat. Kadang kala ada yang berusaha untuk menyiksa ulat kupu-kupu dengan memijak, ulat kupu-kupu harus berusaha menghindar agar cita-citanya menjadi kupu-kupu akan berbuah manis.
Dalam kehidupan ini terkadang ada saat kita sebagai guru di anggap remeh dan dipandang sebelah mata oleh orang lain, teman kita bahkan keluarga kita sendiri. Kenapa demikian? ini terjadi saat kita yang berprofesi sebagai guru masih belum mampu memberikan sesuatu yang lebih terhadap orang lain atau kita masih dalam keadaan yang belum sempurna belum professional dalam mengajar belom bisa  membuat prangkat pelajaran dan masih meminta bantuan kepada orang lain. Sebagai guru yang masih  memiliki banyak kekurangan maka harus  berjuang mewujudkan jati diri  sebagai guru.. Dalam keadaan yang sangat sulit ini kita harus tetap berjuang untuk tetap semangat meraih apa yang kita cita-citakan, tidak merasa putus asa meski keadaan sangat sulit, Ini adalah proses kedua untuk menjadi guru yang hebat.
Kompleksitas ketiga adalah ulat kupu kupu terlihat sangat lemah dan tidak berguna padahal ulat kupu-kupu memiliki manfaat yang luar biasa. Ulat kupu-kupu ternyata berguna untuk menyuburkan tanaman, membantu penyerbukan dan memberikan tanda-tanda alam. Ulat kupu-kupu mengajarkan kepada kita sebagai guru bahwa meski ada guru yang memiliki kelemahan, ketidakmampuan dalam mengajar bukan berarti dia tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Demikian juga dengan seseorang yang terlihat lemah, kecil dan kumal Allah SWT menciptakan manusia dengan bentuk rupa yang berbeda-beda tetap memiliki manfaat dan memiliki kelebihan. Orang yang badannya kecil mampu menjadi seorang pelawak terkenal ini karena karakter suara dan badan yang diciptakan memiliki  kelebihan dan kekurangan oleh maha pencipta. Kita tidak bisa menilai sesuatu dari luarnya saja, dari bentuk fisiknya saja. Ketika kita berada pada posisi ini kita harus tetap berusaha mengali kelebihan yang kita miliki, menemukan potensi dahsyat yang ada pada diri kita.
Kompleksitas yang keempat adalah ulat kupu-kupu harus menjadi kepompong sebelum menjadi kupu-kupu. Dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai guru harus mampu dan berjuang melewati proses. Proses untuk menjadikan diri kita sebagai orang yang bermanfaat bagi orang lain maka kita harus rajin mencari ilmu, rajin berkreasi, rajin berinovasi dan rajin belajar pada siapapun. Ini semua di lakukan agar kita bisa berbagi atas ilmu yang kita dapatkan kepada orang lain. Jika ini dapat kita lewati prosesnya dengan cara yang baik maka tujuan yang ingin kita capai akan terwujud. Indah pada waktunya.
Kompleksitas yang ke lima adalah ulat kupu-kupu berada didalam kepompong.Ulat kupu-kupu melakukan proses penyempurnaan diri. Ulat kupu kupu berusaha dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kepompong, proses ini dilakukannya setiap hari kadang ulat kupu-kupu terjatuh, jungkir balik, menangis,kesakitan, menjerit karena kepalanya tersandung dan kadang berteriak meminta pertolongan. Jika proses penyempurnaan ini dibantu oleh  seseorang, maka ulat kupu-kupu akan menjadi kupu-kupu premature, kupu-kupu yang tidak siap untuk melangsungkan hidupnya tanpa bantuan orang lain, ulat kupu-kupu ini mejadi kupu-kupu yang manja dan rentan akan sakit, putus asa dan bisa menyebabkan kematian dini.
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kompleksitas ulat kupu-kupu diatas? Kita bisa belajar menjadi pribadi guru yang tidak mudah rapuh. Pendidik yang sabar dalam melakukan proses. Bagaimana jika kita adalah guru ulat kupu-kupu? Pernahkah anda melakukan ini kepada siswa? Suatu hari ada seorang peserta didik yang sibuk dengan kegiatan ujian nasional kemudian dia memohon kepada sang guru untuk di beri bantuan dengan memberikan jawaban dari soal-soal. Sang guru karena kasian memberikan jawaban atas soal-soal tersebut. Hati sang guru sangat senang sekali sehingga peserta didik tersebut bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.
Namun apa yang terjadi pada anak tersebut setelah lulus sekolah? Dia tidak pernah bisa lulus mengikuti test masuk perguruan tinggi dan akhirnya dia berusaha untuk mencari pekerjaan namun pekerjaan yang di caripun tak kunjung dapat. Artinya apa? Sang anak tersebut telah mengalami kegagalan di penghujung perjuangannya untuk menjadi kupu-kupu yang cantik. Usaha yang di lakukan gurunya itu membuat sang anak gagal menjalani hidup, mudah putus asa, mengeluh, tidak punya kemampuan, tidak percaya diri, manja dan rapuh apa yang harus dia perjuangkan tidak dilakukan dengan maksimal apa seharusnya dimiliki, sama sekali nol besar. karena salama di sekolah selalu bertumpu pada pertolongan guru dan juga teman-temannya. Dia tidak pernah mau berusaha menggali  kemampuan dahsyat yang ada pada dirinya Sehingga dia mengalami kegagalan dan kegagalan. Karena dia tidak melewati proses tumbuhnya sayap kupu-kupu. Kegagalan ini guru sebagai penyebabnya.
Kompleksitas yang kelima adalah ketika menjadi kepompong, ulat menyendiri dan  mengasingkan diri dari kehidupan di luar. Hal ini memberi kita pelajaran tentang kehidupan kita sebagai seorang guru yang butuh waktu untuk beristirahat ketika seharian lelah mengajar dan beraktifitas. Butuh waktu untuk melepas kepenatan mungkin menyendiri di tempat yang membuat hati senang dengan membaca buku atau menikmati indahnya alam.
Kompleksitas yang keenam adalah mampu melewati semua proses sesuai dengan tahapan yang ada. Kemudian kepompong menjadi kupu-kupu. Guru seumpama  seorang ahli dalam bidang penelitian bagaimana kupu-kupu melakukan metamorphosis, mulai dari bertelur, menjadi larva ( ulat kupu-kupu ), menjadi pupa ( kepompong ) dan menjadi kupu-kupu dewasa, hal ini  mengalami proses hidup yang sulit dan rumit dibanding binatang binatang lain. Jika kita sebagai guru mampu  membimbing peserta didik kedalam proses yang ada maka hasil yang akan dicapai akan maksimal.  Peserta didik tidak akan menjadi anak yang premature dia akan siap untuk melewati kehidupan selanjutnya, Dia sudah terbiasa dengan pahit dan susahnya perjuangan ketika  berada di posisi yang sangat lemah dan sangat kecil hingga menjadi dewasa dan bisa terbang dengan sayap yang indah. Siap menghadapi perubahan zaman dari generasi ke generasi mendatang.














Rubaida Rose, Kelahiran Tembilahan, menghabiskan masa kecil hingga menamatkan sekolah menegah tingkat atas di provinsi Riau, bekerja Sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Kuantan Singingi dan Mengabdi sebagai Guru Madrasah Aliyah kota Teluk Kuantan mengajar Bahasa Inggris. Memiliki pengalaman menulis dalam  sebelas  buku antologi dan solo. Memiliki hoby menulis dalam diary sejak sekolah menegah pertama sampai saat ini. Belajar bagaimana cara menulis di beberapa group menulis. Ikut serta dalam aktifitas rutin diklat pendidikan abad 21 dan kelas menulis online di media sosial. Tak pernah putus asa menularkan kecintaannya untuk menulis kepada siapa saja. Contact Person 08127644114 mengabdikan diri sebagai pecinta dunia pendidikan di GGDN dan SGI. Salam Literasi!


Catatan hati, I Juli 2004
Rr


















/

‘-





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Statistik Blog

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

BERIKUT SILABUS MAPEL BAHASA INGGRIS