GURU JUARA
Kisah ini berawal dari rasa gamang yang dirasakan oleh seorang anak belia yang masih duduk di bangku sekolah menegah atas ( SMA ). Sebut saja namanya Husna. Dia sangat tertarik untuk belajar bahasa Inggris, perasaan ini muncul sejak dia duduk di bangku sekolah menegah atas kelas satu pada tahun 1995. Meskipun ketika husna duduk di bangku sekolah menegah tingkat pertama ( SMP ) nilai bahasa inggris nya selalu berwarna merah dan sering di hukum oleh gurunya karna tidak bisa menyelesaikan soal soal bahasa Inggris yang diberikan. Selain suka dengan bahasa Inggris Husna juga suka membaca suatu hari istilah IKIGAI mendasari langkah awal nya untuk menekuni bahasa Inggris tersebut. Menurut buku Ikigai –ni – tsuite, 1966 “ agar anda bisa meraih ultimate career happiness, maka anda harus memadukan empat pilarkunci : 1. What you love, 2. What you are good at, 3. What the world needs dan what you can be paid for”. Kemanapun Husna pergi selalu membawa kamus bahasa Inggris yang ukuranya sedang dengan cover yang bertuliskan kamus lengkap. Kamus itu terlihat udah sangat tua Husna diberi oleh anak sekolah yang menyewa di rumahnya, kebetulan udah lulus sekolah. Kondisi kamus Husna amat memprihatinkan terlihat ada jahitan dengan benang putih tebal yang biasa di gunakan orang untuk menjahit karung beras, dan husna memang mendapatkan benang itu dari karung beras yang sudah di buka oleh ibunya agar kamus itu tidak terlepas dari urutan halamanya.
Kecintaan dan ketertarikan Husna pada bahasa Inggris tergambar pula pada setiap dinding kamarnya yang hampir penuh bertuliskan kata-kata dalam bahasa Inggris. Di pintu masuk ke kamarnya bertuliskan peace be un to you mengunakan spidol berwarna hitam di atas kertas karton berwarna pink dan di tempelkan rapi di pintu. Husna terlihat sangat luar biasa kegigihanya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sangat besar sekali. Husna selalu menuliskan kisah hari-hari yang di lewatinya disebuah diary mengunakan tulian berbahasa Inggris. Suatu hari Husna mendapatkan berita bahwa akan ada kelompok pertukaran remaja antar negara yang akan datang ke kota tempat dia tinggal. Ide cermerlangnya pun muncul seketika Husna berniat untuk berkenalan dengan peserta pertukaran remaja tersebut. Suatu pagi di hari minggu Husna memberanikan diri pergi ke hotel tempat peserta pertukaran remaja tersebut tinggal. Husna mengayuhkan sepedanya dengan semangat dan tak lupa membawa kamus kesayangannya sebagai malaikat penolong saat kehilangan kata-kata. Sesampai disana Husna di sambut hangat oleh peserta pertukaran remaja antar negara tersebut dalam hitungan nya jumlah peserta pertukaran remaja tersebut jumlahnya ada 30 orang dengan 5 orang pendamping. Wajah Husna terlihat berseri-seri karena dia merasa bahagia bisa mengenal semua peserta tersebut meski mengunakan bahasa Inggris yang paspasan. Ada remaja yang paling husna ingat saat di hotel itu remaja itu berasal dari zimbabwe, namanya adalah Grace Mugabe. Grace hanya bisa bahasa Inggris untuk komunikasi skala internasional.Grace meminta kepada Husna ini untuk membelikannya cincin. Cincin yang persis sama seperti yang di pakai oleh Husna di jari manisnya. Tentu saja Husna siap membantu dan Husna terus berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Luar biasa akhirnya Grace memberikan uang sebanyak Rp. 300.000,- kepada Husna kebetulan mata uang Indonesia, Husna langsung pamit berangkat menuju toko emas, sesampai di sana Husna mulai memilih cincin yang persis sama seperti yang di pakainya, cincin itupun di timbang namun uang yang di berikan oleh Grace tidak cukup. Husna kembali mengayuhkan sepedanya menuju hotel dan sepanjang jalan Husna berpikir keras bagaimana cara mengatakan kalo uang nya tadi tidak cukup. Yang Husna tau uang = money cukup = enough tapi kalo tidak cukup Husna tidak tau bagaimana cara mengatakannya, Husna pun coba membuka kamus dan berhenti sejenak mencari kata “ tidak ” dalam bahasa Inggris. Dan Husna sudah menemukan kata itu dan Husna bergumam sendiri sambil merangkai kata “ money not enough” uang tidak cukup, dia tersenyum dan kembali mengayuhkan sepedanya, husna terus mngulang-ulang “ money not enough” sesampai dihotel Husna sudah di tunggu oleh Grace. Sambil tersenyum husna langsung mengatakan “ money not enough” Grace pun tersenyum mendengar ucapan Husna. Husna berkata dalam hati apakah Grace bisa mengerti apa yang dia maksudkan. Tenyata Grace mengerti husna bertambah senang karna dia mampu menyampaikan kalimat yang sesuai dengan keadaan yang dia ingin kan, terjadi percakapan setelah itu dan Grace pun menambah uang nya Rp.50.000,- dan dengan cepat Husna pamit kembali ke toko mas dan akhirnya cincin tersebut dia dapatkan, dan Husna langsung memberikan kepada Grace asal zimbzboe, Grace terlihat sangat senang dan berterima kasih sambil menyelipkan uang rp.30.000,- untuk Husna di lembaran kamusnya spontan Husna terkejut dan menolak tapi Grace memaksa untuk mengambil sebagai ucapan terimakasih.
Hampir 10 hari berlalu peserta pertukaran remaja menjadi akrab dengan Husna, karna di waktu- waktu tertentu Husna selalu meluangkan waktu pergi ke hotel tersebut untuk terus berlatih berbahasa Inggris. Di dalam buku alamat milik Husna penuh dengan catatan tentang biodata peserta pertukaran remaja, lagi-lagihusna menulisnya dalam bahasa Inggris. Dan akhirnya peserta pertukaran remaja pun harus kembali ke negara nya masing- masing. Husna merasa sedih namun dia merasa sangat beruntung bisa berkenalan dengan semua peserta tersebut dan berlanjut melalui surat yang Husna terima dari peserta tersebut setelah sebulan mereka kembali ke negara mereka masing-masing. Husna terhubung melalui surat karena waktu itu belum secanggih saat ini untuk terhubung. Sejak kepulangan peserta pertukaran remaja tersebut Husna bertambah semangat untuk belajar bahasa Inggris dan rasa percaya dirinya pun muncul. Husna menambah kemampuanya untuk belajar bahasa Inggris dengan ikut les privat, setiap sore sepulang sekolah Husna dengan semangat mengayuhkan sepedanya menuju tempat kursus. Husna rajin menghafal kata-kata bahasa Inggris dan Husna selalu menambah 20 kata perhari. Husna sangat aktif di kelas dan prestasinya di sekolah pun meningkat.
Setelah tamat sekolah menegah atas ( SMA ) Husna berkeinginan melanjutkan kuliah di IAIN Suska Pekanbaru Tahun 1997, Husna mengambil fakultas Tarbiyah Jurusan Bahasa Inggris. Husna sudah memikirkan sejak lama cara nya untuk membayar biaya kuliah, Husna sudah menabung dan rajin membantu ibunya berjualan sayur keliling di hari libur Sekolah, Ayah Husna sudah lama meninggal jumlah anak yang harus di tanggung ibu Husna berjumlah 6 orang. Husna berasal dari keluarga miskin namun husna sangat gigih dalam semua bidang membantu ibunya. Husna sangat serius belajar untuk Husna berniat untuk mendapatkan beasiswa prestasi dan beasiswa supersemar yang ada di kampus. Perjuangan Husna tidak sia-sia dia akhirnya bisa menyelesaikan kuliah dengan waktu singkat hanya 3 tahun setengah , 6 bulan setelah dia tamat kuliah husna lulus mengikuti test guru bantu yang saat itu diberi gaji lumayan besar oleh pemerintah daerah, Husna menjadi guru yang sangat di senangi oleh siswa dan guru-guru di sekolah tempat dia mengajar, suatu hari Husna pun di beri amanah untuk menghandel kegiatan extra bahasa Inggris di sekolahnya. Husna sangat bersyukur karna sekarang dia bisa membantu ibu nya mencari nafkah, dan dia berniat ibunya tidak lagi berjualan sayur keliling karena kondisi ibu yang sudah tua. Ibu akhirnya terpaksa harus berhenti bekerja karena ibu udah sering sakit-sakitan. Mulai saat itu Husna harus menyekolahkan 2 adiknya dan menjadi tulang punggung keluarga.
Di suatu pagi yang cerah Husna membaca lowongan pengangkatan pegawai negeri sipil ( PNS ) di kementerian agama di kabupaten tempatnya tinggal. Husna mencoba untuk ikut pada test administrasi, test tertulis dan test wawancara. Alhasil semua berjalan mulus dalam hitungan hari husna lulus menjadi pegawai negeri sipil kementrian agama. Husna merasa sangat bersyukur karna perjalan hidupnya selalu di mudahkan. Husna mempunyai mimpi besar dalam hidupnya menaikan haji ibunya dan membuka lembaga belajar bahasa inggris gratis untuk orang yang tidak mampu. Beberapa tahun kemudian Ibunya sudah selesai melaksanakan ibadah haji dan yang menambah kebahgian keluarga Husna, ibunya dan adik-adiknya sudah tinggal di rumah baru pembelian Husna. Husna tak pernah berhenti untuk bersyukur dia selalu sholat di awal waktu, berpuasa dan rajin bersedekah. Pada awal semester ganjil Husna mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan Sekolah ke jenjang S2, Husna pun bisa menyelesaikannya dalam waktu dua tahun. Husna benar-benar guru hebat banyak orang di kampung nya berdetak kagum.
Husna menemukan pendamping hidup yang melengkapi kehidupannya dengan jumlah anak lima orang. Dua orang laki-laki dan tiga orang perempuan, luar biasa. Setelah anak bungsunya berumur dua tahun Husna mulai membuka lembaga belajar bahasa Inggris gratis bagi orang yang tidak mampu, dia rela menghabiskan sisa waktunya sampai jam 9 malam mengisi jadwal mengajar di lembaga bahasanya. Husna tak mengenal lelah meski murid yang belajar di lembaga belajarnya tak membayar. Namun Allah itu maha pengasih dan penyayang tetap saja ada anak-anak yang orang tuianya mampu memberikan amplop kedalam lacinya melebihi gaji pegawai negeri sipilnya. Subhanallah rezeki itu datangnya tak terduga selagi kita mampu berbuat kebaikan maka Allah tak pernah bosan memberikan keajaiban dalam hidup kita. Husna sangat layak di juluki guru juara. Husna mampu mengkombinasikan konsep passion +great skill + Make a better world + High income sehingga memunculkan ultimate career satisfaction.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar