Pengikut

Rabu, 07 Februari 2018

SUASANA YANG DIRINDUKAN SISWA


Rutinitas sebagai guru merupakan aktifitas yang rentan memunculkan kebosanan, oleh karena itu dituntut kemampuan seorang guru untuk menciptakan suasana kondusif agar siwa yang diajar menjadi bersemangat dan bergairah untuk mengikuti materi pelajaran yang akan disampaikan. Guru adalah ujung tombak  dan mata rantai keberhasilan pendidikan. Sebagai ujung tombak  dan mata rantai keberhasilan guru harus memiliki keahlian dalam melaksanakan pembelajaran. Hal tersebut mencerminkan guru professional, Sejak lama pemerintah turut  berpartisipasi meningkatkan   sumber daya manusia ( SDM)  yang harus dimiliki oleh guru yang ada di nusantara, salah satu  program  untuk meningkatkan kinerja serta keprofesionalan dari guru adalah dengan adanya pendidikan dan latihan ( Diklat ). Pendidikan dan pelatihan ( Diklat) merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program pengembangan sumber daya manusia ( personal development)  yang strategis karena adanya program diklat selalu berkaitan dengan masalah nilai, norma, dan prilaku individu dan kelompok. Kemudian yang viral diperbincangkan media saat ini adalah Pendidikan dan Latihan Profesi Guru ( PLPG ) yang memberikan jaminan terpenuhinya standar kompetensi guru (1) pedagogik, (2) professional, (3) kepribadian, dan (4) social. Dengan adanya DIKLAT  dan PLPG di harapkan guru sebagai pendidik mempunyai kompetensi yang memadai dan berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif. Sebagai implimentasi dari keahlian yang telah dimiliki oleh guru maka kegiatan mengajar dapat di berpengaruh terhadap suasana yang dirindukan oleh siswa yakni nya suasana kelas yang menyenangkan,aktif dan kreatif penuh kasih sayang.
Menurut Paulo Fraire, Joyfull Learning adalah pembelajaran yang di dalamnya tidak lagi ada tekanan, baik tekanan fisik maupun psikologis. Sebab tekanan apa pun namanya hanya akan mengerdilkan pikiran siswa, sedangnkan kebebasan  apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran ( leaning climate )
Yang kondusif.
Menurut Bambang Yulianto : joyfull learning yaitu membuat kelas jadi menyenangkan,  jangan monoton. Sedangkan  menurut Yanu Armanto ; Joyfull learning yaitu pendekatan yang dapat membuat siswa memiliki motivasi untuk terus mencari tahu, untuk terus belajar.
Maka joyfull  learning adalah  pendekatan yang di gunakan oleh pengajar dalam hal ini adalah guru supaya siswa lebih mudah menerima materi yang di sampaikan karena suasana yang menyenangkan dan tampa ketegangan dalam menciptakan rasa senang. Penciptaan rasa senang berkaitan dengan kondisi jiwa bukanlah proses pembelajaran  tersebut menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Menyenangkan atau mengasikan dalam belajar di kelas bukan berarti menciptakan suasana hura-hura dalam belajar di kelas namun kegembiraan disini berarti  membangkitkan minat, adanya keterlibatan penuh serta terciptanya makna,pemahaman ( penguasaan atas materi yang dipelajari ),  nilai yang membahagiakan dan tujuan pembelajaran guru tercapai.
Pembelajaran yang menyenangkan ( joyfull learning) bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa terbahak-bahak, melainkan sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada tekanan, yang ada hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung memunculkan rasa kasih dan sayang.
Jika siswa  merasa memiliki kekurangan  maka rasa kurang percaya diri muncul, malu mengeluarkan pendapat dan  malu bertanya dalam kondisi ini siswa harus di bantu. Sebagai guru harus mampu menemukan hal-hal positif yang ada pada diri siswa tersebut dan memberikan pujian agar siswa tersebut rasa percaya dirinya muncul. Hal positif di sampaikan melalui sapaan yang hangat kemudian komentar- komentar positif dapat memunculkan rasa percaya diri siswa tersebut. Dalam belajar di pengaruhi beberapa faktor yakni : faktor suasana lingkungan, faktor suasana hati,  dan faktor sosiologi ( lingkungan teman,orang tua dan budaya sekitar). Ketika siswa merasa termotivasi untuk belajar,  ini bisa terwujud karena adanya jalinan keakraban antara guru dan siswa karena hubungan ini sangat menentukan munculnya motivasi atau rasa senang tersebut dalam belajar sehingga meraih nilai yang memuaskan atau keberhasilan belajar bagi siswa.Jika hal tesebut di atas terwujud suasana dalam belajar akan lebih santai dan  menyenagkan  siswa lebih pecaya diri untuk bertanya, menjawab pertanyaan dan lebih mudah menangkap materi pelajaran .anak tidak lagi sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti dan guru dapat memberikan penjelasan lebih detail berdasarkan pertanyaan yang muncul.
Memunculkan  suasana akrab dengan siswa bukanlah hal sulit. Guru perlu menciptakan suasana  nyaman terlebih dahulu sebelum memulai materi, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan ide menyampaikan perasaan nya yang di alami tadi malam atau perasaan nya saat itu. Guru membuka pikiran siswa terlebih dahulu melalui sugesti positif melalui cerita- cerita infiratif atau  melakukan gerakan gerakan yang memunculkan energy positif dan mengahncurkan  energy negative.
Menurut Hakim ( 2010),ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan guru untuk melakukan hypnoteaching, antara lain :  Relaksasi Setiap proses belajar mengajar dimulai dengan kesan pertama yang menyenangkan. Suasana santai dan menyegarkan membuat critical area siswa. Untuk menuju  ke kondisi relaksasi murid menurut Hakim ( 2010 ), hal yang dapat dilakukan guru adalah : a. Suasana kelas, artinya sebelum proses belajar mengajar dimulai guru telah mengarahkan murid-murid untuk mengatur ruangan kelas sedemikian rupa untuk mendukung suasana belajar mengajar yang baik. Hal ini mencakup kebersihan  kelas, faktor lain yang  mendukung  tercapainya suasana kelas yang kondusif.  b. Penampilan guru, penampilan  seorang guru mewakili sikap, kepercayaan diri, nilai, karakter dan kepribadiannya sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam kelas. Penampilan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru dalam mengubah persepsi siswa dalam menilai proses mengajar. c. Kalimat pembuka, seorang guru sebaiknya memilih dan mengunakan sebuah kalimat pembuka ( termasuk soal cerita) yang dapat menenangkan murid, bukan memberikan sebuah ketegangan kepada murid.
Sebagai guru professional sudah  selayaknya berusaha meningkatkan skill dalam menguasai materi pelajaran, menciptakan kelas yang nyaman dan  menyenangkan
Mempunyai referensi yang banyak dari berbagai sumber belajar  dan berusaha untuk menjadi guru professional sejati. Hal utama yang harus dilakukan  menyampaikan materi dengan mengunakan metode,  model pembelajaran yang menarik dan melakukan pendekatan yang bisa memberikan hasil belajar yang optimal tidak terlepas dari menciptakan suasana nyaman di kelas tampa tekanan dan paksaan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Statistik Blog

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

BERIKUT SILABUS MAPEL BAHASA INGGRIS