Pengikut

Minggu, 04 Februari 2018

Lelaki diwarna pelangi cinta

Lelaki Di Warna Pelangi Cinta

Lelaki berusia 39 tahun itu, lulusan
STM di Kota Banjarbaru, sesaat duduk terkulai lemah dengan seragam putih abu-abu dan celana dongker, memakai topi hitam pudar bertuliskan security, memakai sepatu hitam memudar semacam sepatu polisi. Lelaki itu selalu berusaha bangkit merekahkan senyuman menawan pada setiap pengunjung kantor PLN yang datang melapor dan mencatat identitas tamu yang datang. Terik mentari seakan membakar bumi, hampir setiap orang bergumam gerah melewati siang ini.  Namun Lelaki itu berdiri sigap mengenakan alat perlengkapan untuk berkeliling kantor, memeriksa keamanan  ditiap sudut kantor bagian depan dan belakang.  Menepis imbas pemanasan global, setelah selesai dia kembali ke ruang pos penjagaan. Lelaki itu duduk dan menghela nafas panjang, seakan memiliki segunung masalah dan memiliki beban seluas lautan yang mana harus di usung sendiri dalam sisa hidupnya. Sinar matanya redup dan tak bergeming. Disela-sela pengunjung sepi sesekali dia mengerakkan jarinya seolah mengirim pesan lewat blackberry messenger pemberian saudaranya seminggu yang lalu. Dikejauhan terlihat tali pengikat blackberry terlepas saat dia memegang telepon genggam itu, dengan sabar dia mengikat kembali bagian depan telepon genggam itu dengan bagian lainnya supaya tidak terlepas. Sesekali dia tersenyum kecut, mungkin saja ia sedang membuka media social media yang ia miliki mengunakan fasilitas wifi kantor yang kembang kempis. Kumandang azan membangkitkan semangatnya untuk bergegas mengambil air wuduk dan langsung mengerjakan sholat zuhur berjamaah di mesjid milik pesantren  di seberang kantor PLN tempat dia bekerja. 
      Selesai sholat lelaki itu duduk bersandar ke dinding mushola dia teringat akan cerita istrinya sore kemaren.  bapak pemilik kontrakan menagih tungakkan rumah, dia memberi waktu satu minggu supaya melunasi jika tidak mereka harus angkat kaki dari rumah. kemudian surat peringatan dari sekolah anak nya untuk melunasi hutang-hutang karena hampir 6 bulan belum membayar semua biaya pemondokan anaknya. jika tidak melunasi maka anaknya tidak dibolehkan mangikuti pelajaran.
          Lelaki itu berniat untuk mencari orang yang bisa meminjaminya uang untuk kebutuhan tersebut. DIa sudah berniat akan berjalan-jalan ke rumah temannya sehabis kerja.
        Detak jarum jam dinding berjalan cepat mengisyaratkan dia dan seluruh karyawan perusahan tersebut untuk istirahat dan makan siang. Lelaki dengan sedikit kumis tipis ini terlihat sangat murung setelah selesai melaksanakan sholat berjamaah, dia kembali ke pos penjagaan dan  mengambil ransel berwarna merah hitam dengan kondisi rosleting separuh terbuka di bagian tepi karena rusak. Perlahan dia membuka sematan  peniti  penganti rosleting yang sifatnya darurat. Dengan hati-hati dia mengeluarkan kotak pelastik segi empat berwarna putih berisi nasi putih kaku, sebutir telur rebus dan sedikit cabe tanpa sayur. Lelaki itu terlihat menatap kosong kearah bangunan kantor yang menjulang tinggi, sembari menyuap nasi putih kaku dan potongan telur di tangannya. 
Sekali-sekali air matanya meleleh, dia menghela nafas panjang “ hanya ini pekerjan yang ada meski gajinya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari” gumamnya dalam hati. Di kejauhan dia melihat lelaki separuh baya mendorong gerobak sampah sambil terpongah-pongah melewati pos tempat dia bekerja” makan mas? “ laki –laki tua itu bertanya. “ iya, ayuk mas makan mas istirahat dulu? Jawabnya “ iya mas,lanjut” sahut laki-laki itu.  Mata laki- laki  itu tak berkedip  kembali menatap ke depan dengan tatapan  kosong  setelah  petugas  kebersihan  merangkap sebagai OB dikantornya berlalu pergi. “ dia senasip dengan ku” lelaki itu bergumam dia ikut memikirkan lelaki separuh baya yang tadi lewat. 
Tanpa di sadari jam  istirahat telah berakhir. lelaki itu bergegas menutup tempat nasinya yang masih banyak tersisa. Dia langsung menuju pos penjagaan, dengan rutinitas mencatat tamu yang datang, menjaga keamanan di segala penjuru, melaporkan keadaan yang terjadi setiap satu jam sekali dalam bentuk tulisan, menutup dan mem buka pintu utama kantor dan mengarahkan kendaraan tamu menuju parkiran. 
Sore itu mentari mulai meredup namun teriknya masih terasa di ubun –ubun , dia dihampiri oleh seorang lelaki hitam pendek mengunakan seragam yang sama. Sambil tertawa lebar terlihat gigi ompong miliknya dan dia bergumam “ giliran saya jaga mas!?” “ iya mas, terima kasih udah datang on time,” sahutnya. Tak berapa lama lelaki itu pamit untuk pulang dia langsung menuju parkiran dan menghidupkan kendaraan roda tua berwarna hitam miliknya yang terlihat jelas tanpa pembalut apa pun, yang ada hanya tempat duduk tipis sobek  dan besi besi hitam bekas pewarna tambahan, hanya ini kendaraan miliknya. Lelaki ini terbiasa dengan bunyi kenalpot kendaraan terbaiknya,  dia seakan menikmati music rock pengiring sepanjang perjalanan, meski coba sedikit laju tapi tak bermaya  karena kondisi mesin kendaraan yang juga renta. Jika musim hujan tiba kendaraan itu tak bisa terjamah oleh air hujan karena mesin renta itu berhenti bernafas. Lelaki itu bergegas menuju halaman istana kontrakannya berukuran 4x7 meter, yang sudah menunggak 6 bulan. Di dalam istana mungil itu sudah menanti sepasang anak kesayangannya yang masih duduk di sekolah dasar dan sekolah menengah atas juga bidadari tercantik sebagai istrinya yang selalu menunggu dengan khas omelan jawanya yang menuntut dibelikan daster tidurnya yang compang camping dan pakaian dalam nya yang mulai kendor. Dengan sabar lelaki separuh baya ini menghadapinya meski dalam keadaan lelah sepulang kerja.
        Setelah menukar pakaian lelaki itu pamit keluar rumah untuk mencari-cari cara agar ada orang yang berbaik hati bisa meminjamkan uang untuk membayar semua hutang-hutangnya. lelaki itu berkali-kali singah ke rumah teman-teman nya yang menurutnya memiliki kehidupan yang lebih dari dirinya. namun tak satupun dari mereka bisa membantu laki-laki itu. Dia tetap saja tak putus asa. dia berusaha untuk singgah ke rumah-rumah teman lainnya. namun hasilnya sama sekali tidak ada. Dia bergegas pulang dan mandi.
Ketika itu azan magrib berkumandang, lelaki itu menghentikan semua aktifitas anak-anak dan istrinya meminta bergegas melaksanakan sholat berjamaah, lelaki itu bersama anak lelakinya menuju langar di dekat rumahnya. Mereka melaksanakan sholat berjamaah. Lelaki itu tak pernah putus asa berdoa kepada Allah SWT tentang mimpi terbesarnya untuk memiliki rumah dan membahagiakan istri dan anak-anaknya. Dia bermunajat kepada Allah supaya lepas dari kesulitan hidup yang sedang di hadapinya. Dia memohon agar Allah memberikanya jalan agar dia bisa bernafas lega. Tak banyak orang yang tau seragam putih dengan celana hitam memakai topi hitam pudar bertuliskan security adalah sosok penjaga keamanan luar biasa yang menyebar di kantor –kantor milik pemerintah dan swasta seantero nusantara. Meski tugas yang di berikan berjalan sesuai SOP namun gajih yang mereka terima belom bisa memenuhi semua kebutuhan hidup mereka. Waktu mereka habis untuk menjaga keamaan di kantor yang mereka jaga, mereka tidak punya waktu untuk  kerja sampingan yang menambah income. 
        Tak semua orang berpikir tentang mirisnya gajih yang di terima oleh pak security. Mereka bekerja tak mengenal lelah dan tak mengenal takut. Meski bertugas dari pagi sampai malam, dari  malam sampai pagi. Mereka tetap bertugas sesuai dengan surat perintah kerja tampa mengeluhkan apa yang mereka inginkan untuk menambah minimnya gajih yang diterima.
Semangat lelaki itu tak pernah pupus di telan masa, dia tetap bersyukur dengan keterbatasan yang dia miliki, dia tak pernah berhenti untuk bermimpi meski kebahagian itu hanya ada di dalam mimpi-mimpi terbesarnya. Di tengah sulit nya hidup di era globalisasi ini tampa ilmu dan pendidikan yang layak, lelaki tangguh itu tetap bermimpi dan selalu tersenyum pada dunia.

Kuantan Singingi, 31 Oktober 2017
Rubaidarose
( Guru Madrasah Aliyah PP. Nurul Islam  GGDN 20 )
Cp : 08127644114
Email: rubaida.jaspar@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Statistik Blog

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

BERIKUT SILABUS MAPEL BAHASA INGGRIS