Kewajibkan Full day school
Full day school berasal dari bahasa Inggris, berarti sekolah sepanjang waktu namun pengertian Full day school menurut istilah adalah sebuah sekolah yang memberlakukan jam belajar sehari penuh antara jan 07.00 -16.00. Full day school adalah program sekolah di mana proses pembelajaran dilaksanakan sehari penuh di sekolah. Dengan kebijakan seperti ini maka waktu dan kesibukan anak-anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan sekolah dari pada di rumah. Anak- anak berada di rumah lagi setelah menjelang sore.
Full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan system pengajaran agama secara intensif yaitu dengan pemberian tambahan waktu khusus untuk pendalaman agama islam siswa. Dengan jam tambahan dilksanakan pada jam setelah sholat zhuhur sampai ashar,
Menurut Sukur Basuki full day school adalah sekolah yang sebahagian waktunya digunakan untuk program-program pembelajaran yang suasana informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreatifitas dan inovasi dari guru.dalam hal ini Sukur Basuki berpatokan pada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa waktu belajar afektif bagi anak itu hanya 3-4 jam sehari ( dalam suasana formal ) dan 7-8 jam sehari ( dalam suasana informal ).
Full day school menerapkan suatu konsep dasar “ integrated- Activity “ dan “ integrated- curriculum”. Model yang membedakan dengan sekola pada umumnya, Dalam full day school semua program dan kegiatan siswa disekolah, baik belajar, bermain, beribadah dikemas dalam sebuah system pendidikan. Titik tekan pada Full day school adalah siswa selalu berprestasi belajar dalam proses pembelajaran yang berkualitas yakni diharapkan akan terjadi perubahan positif dari setiap individu siswa sebagai hasil dari proses dan aktifitas dalam belajar. Adapun prestasi belajar yang dimaksud terletak pada tiga ranah, yaitu:
1. Prestasi yang bersifat kognitif, adapun prestasi yang bersifat kognitif seperti kemampuan berfikir yang mencacup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan mengabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajariuntuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkiat yang paling tinggi yaitu evaluasi.
2. Prestasi yang bersifat afektif, berorientas pada sikap dan nilai. Rannah afektif mencakup watak prilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi dan nilai. Beberapa factor mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu:
a. Receiving atau attending ( menerima atau memperhatikan)
b. Responding ( menanggapi ) mengandung arti adanya partipasi aktif
c. Valuing ( menilai atau menghargai )
d. Organization ( mengatur atau mengorganisasikan )
e. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai)
3. Prestasi yang bersifat psikomotorik yang termasuk prestasi yang bersifat psikomotorik yaitu kecakapan eksperimen verbal dan non verbal, keterampilan bertindak dan gerak. Misalnya seseorang siswa menerima pelajaran tentang adab sopan santun kepada orang lain, khususnya kepada orang tuanya, maka si anak sudah dianggap mampu mengaplikasikannya dalam kehidupannya.
Hasil belajar psikomotor ( keterampilan ) dapat di ukur melalui : (1)pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktek langsung,(2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan,keterampilan dan sikap,(3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
Proses ini system pembelajaran full day school ini memuat proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif,kreati, tranformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dengan pola full day school mengidentifikasikan proses pembelajaran yang aktif dalam artian meng oftimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal baik dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di lembaga dan mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif demi pengembangan potensi siswa yang seimbang.
Proses pembelajaran yang dilakukan selama aktif sehari penuh tidak memforsir siswa pada pengkajian, penelaahan yang terlalu menjenuhkan, akan tetapi, yang difokuskan adalah sistem relaksasinya yang santai dan lepasdari jadwal yang membosankan.
Keunggulan sistem full day school , diantaranya adalah:
1. Sistem full day school lebih memungkinkan terwujudnya pendidikan utuh, Benyamin S, Blom menyatakan bahwa sasaran ( obyectivitas )pendidikan meliputi tiga bidang yakni kognitif, afektif dan psikomotorik.karena melalui system asrama dan full day school tendensi kearah penguatan pada sisi kognitif saja dapat lebih di arahkan demikian juga pada asapek psikomotornya.
2. Sistem full day school lebih memungkinkan terwujudnya intensifikasi dan efektivitas proses edukasi. Full day school dengan pola asrama yang tersentralisir dan system pengawasan 24 jam sangat memungkinkan bagi terwujudnya intensifikasi proses pendidikan dalam arti siswa lebih mudahdiarahkan dan dibentuk sesui dengan misi dan orientasi lembaga bersangkutan, sebab aktifitas siswa lebihmudah terpantau karenan sejak awal sudah diarahkan.
3. Sistem full day school merupakan lembaga yang terbukti efektif dalam mengalikasikan kemampuan siswa dalam segala hal,seperti aplikasi PAI yang mencakup semua ranah baik kognitif, aektif maupun psikomotorik dan juga kemampuan bahasa asing.
4. Menguranggi tingkat kematian dan kenakalan remaja yang selalu kebut- kebutan di jalan raya.
5. Menguranggi pernikahan dini dan pergaulan bebas antara siswa
6. Mengarahkan siswa untuk menjadi siswa yang mampu mengembangkan bakat yang di milikinya.
7. Siswa memiliki banyak waktu untuk mengali bakat dan kemampuannya melalui kegiatan praktek.
8. Mengurangi kecemasan orang tua akan hal- hal negative yang di lakukan anak-anak mereka di luar sekolah.
9. Berkurangnya kesempatan pengedar obat-obat terlarang di kalangan remaja dan anak sekolah.
10. Siswa menjalin lebih baik hubungan emosional terhadap guru dan teman -teman nya di sekolah
11. Guru punya banyak waktu untuk mengerjakan tugas dan fungsinya sebagai guru.
Namun pada kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan Kekurangan Sistem full day school , diantara nya adalah :
1. Sekolah yang menerapkan full day school mengeluarkan banyak biaya. Karena dalam system full day school membutuhkan tenaga pengajar tambahan dan bertambahnya jam mengajar, biaya pengadaan perlengkapan tambahan dalam mempasilitasi siswa untuk kegiatan praktek, membengkaknya tagihan biaya listrik karna di gunakan sehari penuh.
2. Orang tua akan mengeluarkan uang lebih besar untuk membiayai pendidikan tersebut orang tua menyiapkan keperluan anaknya mulai dari uang saku, membekali makan siang dan sebagainya karena anak mereka seharaian di sekolah di tambah biaya konpensasi guru.
3. Menimbulkan rasa bosan pada siswa. Siswa bisa merasa sangat lelah dan mengantuk karena tidak ada lagi waktu untuk istirahat tidur siang, akibatnya mereka tidak bisa kosentrasi dalam belajar dan tidak mampu memahami materi pelajaran yang di berikan.
4. System pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis, maupun intelektual yang bagus. Sehingga siswa yang setiap hari monoton belajar terlalu lama tidak menjamin nilai dan prestasi yang baik justru mengakibatkan siswa menjadi malas dan tak menunjukan penolakan karena karena system ini sangat tidak di sukai oleh cara otak bekerja.mereka menjadi pribadi yang tidak siap untuk melakukan pembelajaran.
5. Guru juga menjadi lelah dan memiliki pikiran bercabang dikarenakan tenanga mereka ikut terposir karena terlalu lama berada di sekolah dengan rutinitas menyiapkan materi, mencatat nilai dan mengikuti rapat guru setelah pulang sekolah.
6. Tidak semua sekolah sudah memiliki fasilitas yang lengkap misalkan kantin sekolah yang layak. Guru dan siswa masih kesulitan untuk membeli makan sehat di sekolah terkadang hanya menjual indomie aja buat makan siang, karena kalo di bawa dari rumah sejak pagi makanan tersebut tidak tahan lama dan sudah tidak enak untuk di makan, ini salah satu kekurangan yang harus di benahi dulu sebelum system full day school di terapkan.
7. Siswa tidak punya waktu untuk mengenali lingkungan sekitarnya dan tidak punya waktu untuk berinteraksi dengan golongan selain keluarga dan teman-teman di sekolah.
8. Anak tidak punya waktu lagi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di luar sekolah, mereka tidak bisa mengembangkan bakat mereka di luar sekolah karena hari sabtu dan minggu juga habis waktu mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah.
9. Orang tua mau tidak mau harus menyiapkan makanan anak-anak mereka sejak pagi karena sekolah tidak bertanggungjawab terhadap makan siang siswa.
10. Semakin berkurang nya komunikasi antara anak dan orang tua, karena anak mereka pulang pulang dalam keadaan lelah dan mereka acapkali langsung tertidur. Kemudian libur dua hari mereka sibuk dengan kegiatan mencari tugas-tugas sekolah, sehingga tidak ada waktu untuk berbincang dengan orang tua.
11. Jadwal kegiatan pembelajaran yang padat dan penerapan sanksi yang konsisten dalam batas tertentu akan menyebabkansiswamenjadi jenuh. Namun bagi mereka yang telah siap, hal tersebut bukan sesuatu masalah, tetapi justru mendatangkan keasyikan tersendiri, oleh karenanya kejeliandan improvisasi pengelolaandalam hal ini sangatdibutuhkan. Keahlian dalam merancang full day school sehingga tidak membosankan.
System full day school memerlukan perhatian dan kesungguhan manajemen bagi pengelola, agar proses pembelajaran pada lembaga pendidikan yang berpola full day school berlangsung oftimal, sangat dibutuhkan perhatian dan curahan pemikiran terlebih dari pengelolaannya. Bahkan pengorbanan baik fisik, psikologis, material dan lainnya. Tampa hal demikian full day school tidakakan mencapai hasil optimal bahkan boleh jadi hanya sekedar rutinitas yang tanpa makna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar